adeuh adeuh adeuh
sejauh ini penyamaran dan karakter rekayasa saya di dunia maya berhasil berperan dengan baik.
TAPI TADI SIANG....Semuanya kacauuuuuu. Gara2 saya sendiri, BODOH SEKALI SAYAAAAAAA!!!
gimana iniiiiiiiiiiiiii??????? saya baru aja melakukan kesalahan super konyol! AGH.
penyamaran saya kali ini terungkap karena kepanikan dan kecerobohan di dunia maya!!!
aduuuh sangat tidak profesional sekali saya ini!!!! AAAAAAAAAA GAWATTTT
sebenarnya masih bisa di cover sih. tapi yang pasti dia akan penasaran dan mencurigai saya.
BAGAIMANA SEBAIKNYA YA?? apa sebaiknya saya mengatakan dan menjelaskan permasalahan ini.
agar kelak ia tidak dendam atau terus bertanya..begitu saja???
atau sebaiknya saya diam saja dan mencoba mengcover kembali semuanya??
tapi bukankah jujur lebih cepat itu lebih baik??? atau malah akan lebih baik jika didiamkan saja??? OMG OMG WHAT SHOULD I DO???
saya takut sekali bertindak ceroboh dan melakukan kesalahan konyol seperti hasil kepanikan saya tadi siang! Ya Tuhan Bantu Hamba!!!
Pilihan apa yg saya punya??? Tuhan Tolong...
sejauh ini saya berniat jujur tentang penyamaran saya dan segala hal yang terkait. Namun saya juga enggan berkata jujur kepada orang itu. WADUH HARUS GIMANA INIIIIII?
saya hanya dapat berdoa. oke.
oke. oke.
Saya berniat jujur, (kalau dia tanya)
dan semoga niat baik saya ini dibalas kebaikan dari orang itu. semoga tidak ada kemarahan, kekesalan, maupun dendam, semoga dia bisa memaafkan saya dan menyimpan kebodohan saya hanya untuk dia sendiri! amin Ya Allah!!!
Senin, 25 Januari 2010
Kamis, 17 Desember 2009
Words of wisdom inside the chaos...

Pippin : "I didnt think it would END this way..." (Aku tak menyangka akan
begini akhirnya)
Gandalf : "END? No. the journey doesnt end here..." (Berakhir? Tidak,
perjalanannya tidak berakhir disini..)
Why do you weep?
What are these tears upon your face?
Soon you will see
All of your fears will pass away
Safe in my arms
You're only sleeping
What can you see
On the horizon?
Why do the white gulls call?
Across the sea
A pale moon rises
The ships have come
To carry you home
(Lyrics from : "Into the West" by Annie lennox)
Mengapa kau menangis?
mengapa air mata ini ada di wajahmu?
Segera kau akan lihat...
Segala ketakutanmu akan sirna...
Aman di lenganku...
Engkau hanya sedang tertidur...
Apakah yang dapat kau lihat...
Di cakrawala?
Mengapa burung-burung camar putih itu memanggil?

Menyeberangi lautan...
Sang bulan pucat pun terbit...
kapal-kapal telah datang untuk membawamu pulang...
dan Fajar akan berubah menjadi kaca perak...
berkilauan bak cahaya di permukaan air
Semua jiwa pergi, berlalu...
Gandalf : Well, itu tidak terlalu buruk bagimu bukan?
Pippin : tidak gandalf, memang tidak...
Mengapa kau menangis?
mengapa air mata ini ada di wajahmu?
Segera kau akan lihat...
Segala ketakutanmu akan sirna...
Aman di lenganku...
Engkau hanya sedang tertidur...
Apakah yang dapat kau lihat...
Di cakrawala?
Mengapa burung-burung camar putih itu memanggil?

Menyeberangi lautan...
Sang bulan pucat pun terbit...
kapal-kapal telah datang untuk membawamu pulang...
dan Fajar akan berubah menjadi kaca perak...
berkilauan bak cahaya di permukaan air
Semua jiwa pergi, berlalu...
Gandalf : Well, itu tidak terlalu buruk bagimu bukan?
Pippin : tidak gandalf, memang tidak...
Hilir Sungai yang Lebih Tenang
hanya sekitar satu-dua menit saja
Benar-benar urusan yang penting
Hampir tanpa basa-basi...
Alhamdulillah, terima kasih Tuhan...
Sekarang aku bisa menatapnya tanpa rasa grogi
Dapat berbicara padanya dengan kasual
dan berada di dekatnya tanpa berdebar-debar

Kini hatiku lebih tenang seperti hilir sungai
Perasaanku padanya telah melarut menjadi netral
Aku bisa tersenyum pada dirinya dengan santai
dan bisa mengajaknya bercakap-cakap tanpa perasaan bersalah...
Sempatku terkejut mengetahui beberapa hal
yang tidak kuketahui sebelumnya
Tapi ternyata semua itu malah memberikanku keleluasaan
ketenangan dan kelegaan di dadaku
Terima kasih Tuhan...
semoga kelak hubungan kami akan semakin baik
selalu diliputi kegembiraan dan kedamaian
dan tidak akan pernah menyakiti siapapun
Selasa, 15 Desember 2009
Master Elrond dan Arwen Undomiel, dialog kesukaan saya :)
(mungkin tidak sama persis dengan translasi dari movie-nya, tapi kurang lebih beginilah intinya)
Ketika itu Arwen Undomiel sedang berbaring dan melamun di daybed kesayangannya di rumahnya, Imladris. Pikirannya dan pandangannya jauh melayang ke tempat Lord Aragorn, kekasih hatinya, yang sedang terapung di sungai setelah jatuh saat pertempuran melawan gerombolan orc penunggang warg yang menyerang rombongan Raja Theoden dari Rohan ketika mereka sedang dalam perjalanan untuk mengungsi ke Helm's Deep.
Di pinggir jendela yang bertirai kain halus tertiup angin kelabu, Arwen menatap harapannya yang kian tipis. "Semoga kau selalu dilindungi oleh kekuatan Valar", begitulah doa Arwen untuk Aragorn dalam hatinya.
Ketika itulah sang ayah, Master Elrond yang bijak, melangkah masuk ke ruangan tempat Arwen berada. Perkataan Master Elrond kemudian lantas membangunkan Arwen dari lamunannya...
Elrond : "Arwen, Sudah waktunya. Kapal-kapal akan berangkat ke Valinor (negeri keabadian), pergilah sekarang, sebelum terlambat"

Arwen : "Aku telah menentukan pilihanku..."
Elrond : "dia tidak akan kembali..."
Arwen : (tertunduk diam)
Elrond : "mengapa engkau masih bertahan disini sementara sudah tidak ada harapan?"
Arwen : "Masih ada harapan..."
Elrond :
"jika aragorn berhasil memenangkan perang ini, kalian masih akan tetap terpisah... jika Sauron dikalahkan dan Aragorn menjadi raja, dan semua harapanmu terpenuhi, kamu masih harus merasakan pahitnya kehidupan fana..."
Arwen : (pandangannya jauh melihat ramalan ayahnya dan membayangkannya, matanya berkaca-kaca)
Elrond : "Baik oleh senjata atau waktu, Aragorn akan mati..."
Arwen : "..." (alam pikirannya membayangkan kematian Aragorn kelak...sebagai raja tua yang termahsyur..dan Arwen disisi jenazahnya menangisinya tanpa henti)

Elrond : "dan tidak akan ada lagi kenyamanan untukmu,
tidak ada yang dapat menghapus kesedihanmu akan kepergiannya..
ia akan menghadapi kematian...
ia akan dikenang sebagai raja manusia yang penuh penuh kemenangan
dan dilupakan seiring berjalannya waktu hingga hancurnya dunia..
Tapi kau, putriku
kau akan hidup kau akan tinggal dalam kegelapan,
dan malam-malammu datang tanpa bintang-bintang...
Disinilah kau akan menetap, terikat pada dukamu..
di bawah pohon-pohon yang memudar
Sampai seluruh musim dan waktu berubah...
dan usiamu yang panjang berakhir..."
Arwen : (meneteskan air mata, menghela nafas dalam tangisnya)
Elrond : "Arwen! tidak ada apapun untukmu disini, hanya ada kematian..."
Arwen : (masih menangis, bola matanya beralih ke sosok ayahnya)
Elrond : " A im ú-'erin veleth lîn?" (tidakkah kamu mencintaiku juga?)
Arwen : "Gerich meleth nîn, ada" (aku mencintaimu, ayah...)
Seraya Elrond merangkul putri terkasihnya itu dengan sedih. Demikian Arwen lantas menangis tersedu dan menyandarkan kepalanya di bahu ayahnya yang bijaksana.
Saat ini Arwen sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Grey Havens bersama rombongan elf yang berangkat dari rivendell. Elrond memerintahkan :
"bawa Arwen melalui jalan yang paling aman. Kapal itu sudah menunggu di Grey Havens, biarkan kapal itu membawanya menyeberangi lautan...inilah perjalanan terakhir Arwen Undomiel..."

tapi....di tengah perjalanan, Arwen melihat sesosok anak laki-laki berlari melewatinya menuju ke suatu tempat. Pandangan Arwen yang tengah duduk di atas kuda putihnya pun teralih kepada anak itu. Siapa gerangan anak ini?
Arwen menoleh mengikuti sosok anak itu.
dan betapa terkejutnya Arwen ketika ia melihat anak itu berlari ke sebuah bangunan putih berpilar kokoh. lebih mengejutkan lagi anak itu berlari menghampiri sesosok Raja manusia , dan raja itu adalah ayah dari anak itu. Serta merta raja itu menyambut dan menggendong anak laki-laki yang riang itu. Raja itu tidak lain adalah Aragorn, putra Arathorn.
Hati Arwen makin terenyuh ketika ia melihat di dada anak itu bergantung liontin Evenstar miliknya. dengan kata lain, anak itu adalah anak Aragorn dengan Arwen. (di novel anak itu diberi nama Eldarion yang artinya son of eldar, putera kaum peri) Elf memang diberkahi dengan (gift of vision), kemampuan melihat masa depan, baik sedikit maupun banyak, baik pasti ataupun dapat diubah.

Bayangan tadi memang jelas sekali dilihat oleh Arwen. dan seorang Elf pria pengawalnya menyadarkannya ketika melihat tuan putrinya terdiam di tempat, "Lady Arwen...Kita tidak bisa berlama-lama..."
tanpa menjawab, Arwen bergegas memutar balik kudanya. Dan segera menuju Rivendell, menemui ayahnya untuk mengatakan bahwa ia akan bertahan di Middle earth demi cintanya.
Di mentari yang pudar, Elrond sedang membaca buku di halamannya yang penuh dengan dedaunan kering yang berbisik teriup angin semilir. Suara derap langkah Arwen yang tergesa-gesa mengalihkan perhatiannya...
Arwen : "katakan padaku apa yang telah ayah lihat..."
Elrond : "Arwen..."

Arwen : "Ayah punya kemampuan melihat masa depan... apa yang ayah lihat?"
Elrond : "I looked to your future and i saw death" (aku lihat masa depanmu dan aku melihat kematian"
Arwen : "But there is also life" (tapi juga ada kehidupan)
"ayah lihat ada seorang anak..ayah telah melihat putraku!"
Elrond : "But that future is almost gone - Tapi masa depan itu hampir hilang..."
Arwen : "But it is not lost - tapi tidak musnah..."
Elrond : "Nothing is certain - Tidak ada yang pasti..."
Arwen : "Somethings are certain - beberapa hal pasti"
"If i leave him now, i will regret it forever - Jika aku meninggalkannya sekarang,
aku akan menyesalinya selamanya..."
(menyentuh pipi ayahnya yang muram)
"It is the time - sudah waktunya..."
"From the ashes of fire shall be woken,
a light from the shadow shall spring,
renewed shall be blade that was broken
The crownless again shall be King...(yg ini jd kurang keren klo dibahasa Indonesia-in! :P)
Reforge the sword, Ada(father) - tempa kembali pedang itu, ayah!"
Elrond : "...."
Arwen : (Terduduk di daybed-nya, menjatuhkan buku jurnalnya ke lantai, angin menerpa dan
daun kering dilantai pun bergemeresakan)
Elrond : (menghampiri Arwen, memungut bukunya yang jatuh,mengambil satu tangan Arwen)
"Tanganmu dingin sekali..."
(kemudian meletakkan kedua tangan Arwen di tangannya)
"cahaya kehidupan Eldar(peri-elf) mulai meninggalkanmu.."
Arwen : "aku sudah memilih..."
Elrond : (menatap wajah anaknya dengan putus asa dan sedih)
Arwen : " Ada, Whether by you will or not, there is no ship now that can bear me hence -
Ayah, baik dengan keinginanmu atau tidak. sekarang tidak ada lagi kapal yang dapat membawaku.."
SEKIAN DULU....INILAH SALAH SATU ADEGAN DAN DIALOG FAVORIT SAYA DALAM LORD OF THE RINGS MOVIE :D
Ketika itu Arwen Undomiel sedang berbaring dan melamun di daybed kesayangannya di rumahnya, Imladris. Pikirannya dan pandangannya jauh melayang ke tempat Lord Aragorn, kekasih hatinya, yang sedang terapung di sungai setelah jatuh saat pertempuran melawan gerombolan orc penunggang warg yang menyerang rombongan Raja Theoden dari Rohan ketika mereka sedang dalam perjalanan untuk mengungsi ke Helm's Deep.
Di pinggir jendela yang bertirai kain halus tertiup angin kelabu, Arwen menatap harapannya yang kian tipis. "Semoga kau selalu dilindungi oleh kekuatan Valar", begitulah doa Arwen untuk Aragorn dalam hatinya.
Ketika itulah sang ayah, Master Elrond yang bijak, melangkah masuk ke ruangan tempat Arwen berada. Perkataan Master Elrond kemudian lantas membangunkan Arwen dari lamunannya...
Elrond : "Arwen, Sudah waktunya. Kapal-kapal akan berangkat ke Valinor (negeri keabadian), pergilah sekarang, sebelum terlambat"

Arwen : "Aku telah menentukan pilihanku..."
Elrond : "dia tidak akan kembali..."
Arwen : (tertunduk diam)
Elrond : "mengapa engkau masih bertahan disini sementara sudah tidak ada harapan?"
Arwen : "Masih ada harapan..."
Elrond :
"jika aragorn berhasil memenangkan perang ini, kalian masih akan tetap terpisah... jika Sauron dikalahkan dan Aragorn menjadi raja, dan semua harapanmu terpenuhi, kamu masih harus merasakan pahitnya kehidupan fana..."
Arwen : (pandangannya jauh melihat ramalan ayahnya dan membayangkannya, matanya berkaca-kaca)
Elrond : "Baik oleh senjata atau waktu, Aragorn akan mati..."
Arwen : "..." (alam pikirannya membayangkan kematian Aragorn kelak...sebagai raja tua yang termahsyur..dan Arwen disisi jenazahnya menangisinya tanpa henti)

Elrond : "dan tidak akan ada lagi kenyamanan untukmu,

tidak ada yang dapat menghapus kesedihanmu akan kepergiannya..
ia akan menghadapi kematian...
ia akan dikenang sebagai raja manusia yang penuh penuh kemenangan
dan dilupakan seiring berjalannya waktu hingga hancurnya dunia..
Tapi kau, putriku
kau akan hidup kau akan tinggal dalam kegelapan,
dan malam-malammu datang tanpa bintang-bintang...
Disinilah kau akan menetap, terikat pada dukamu..
di bawah pohon-pohon yang memudar
Sampai seluruh musim dan waktu berubah...
dan usiamu yang panjang berakhir..."
Arwen : (meneteskan air mata, menghela nafas dalam tangisnya)
Elrond : "Arwen! tidak ada apapun untukmu disini, hanya ada kematian..."
Arwen : (masih menangis, bola matanya beralih ke sosok ayahnya)
Elrond : " A im ú-'erin veleth lîn?" (tidakkah kamu mencintaiku juga?)
Arwen : "Gerich meleth nîn, ada" (aku mencintaimu, ayah...)
Seraya Elrond merangkul putri terkasihnya itu dengan sedih. Demikian Arwen lantas menangis tersedu dan menyandarkan kepalanya di bahu ayahnya yang bijaksana.
---------
LANJUTANNYA....DALAM RETURN OF THE KING....YAITU.....
Saat ini Arwen sedang dalam perjalanan ke pelabuhan Grey Havens bersama rombongan elf yang berangkat dari rivendell. Elrond memerintahkan :
"bawa Arwen melalui jalan yang paling aman. Kapal itu sudah menunggu di Grey Havens, biarkan kapal itu membawanya menyeberangi lautan...inilah perjalanan terakhir Arwen Undomiel..."

tapi....di tengah perjalanan, Arwen melihat sesosok anak laki-laki berlari melewatinya menuju ke suatu tempat. Pandangan Arwen yang tengah duduk di atas kuda putihnya pun teralih kepada anak itu. Siapa gerangan anak ini?
Arwen menoleh mengikuti sosok anak itu.
dan betapa terkejutnya Arwen ketika ia melihat anak itu berlari ke sebuah bangunan putih berpilar kokoh. lebih mengejutkan lagi anak itu berlari menghampiri sesosok Raja manusia , dan raja itu adalah ayah dari anak itu. Serta merta raja itu menyambut dan menggendong anak laki-laki yang riang itu. Raja itu tidak lain adalah Aragorn, putra Arathorn.
Hati Arwen makin terenyuh ketika ia melihat di dada anak itu bergantung liontin Evenstar miliknya. dengan kata lain, anak itu adalah anak Aragorn dengan Arwen. (di novel anak itu diberi nama Eldarion yang artinya son of eldar, putera kaum peri) Elf memang diberkahi dengan (gift of vision), kemampuan melihat masa depan, baik sedikit maupun banyak, baik pasti ataupun dapat diubah.

Bayangan tadi memang jelas sekali dilihat oleh Arwen. dan seorang Elf pria pengawalnya menyadarkannya ketika melihat tuan putrinya terdiam di tempat, "Lady Arwen...Kita tidak bisa berlama-lama..."
tanpa menjawab, Arwen bergegas memutar balik kudanya. Dan segera menuju Rivendell, menemui ayahnya untuk mengatakan bahwa ia akan bertahan di Middle earth demi cintanya.
Di mentari yang pudar, Elrond sedang membaca buku di halamannya yang penuh dengan dedaunan kering yang berbisik teriup angin semilir. Suara derap langkah Arwen yang tergesa-gesa mengalihkan perhatiannya...
Arwen : "katakan padaku apa yang telah ayah lihat..."
Elrond : "Arwen..."

Arwen : "Ayah punya kemampuan melihat masa depan... apa yang ayah lihat?"
Elrond : "I looked to your future and i saw death" (aku lihat masa depanmu dan aku melihat kematian"
Arwen : "But there is also life" (tapi juga ada kehidupan)
"ayah lihat ada seorang anak..ayah telah melihat putraku!"
Elrond : "But that future is almost gone - Tapi masa depan itu hampir hilang..."
Arwen : "But it is not lost - tapi tidak musnah..."
Elrond : "Nothing is certain - Tidak ada yang pasti..."
Arwen : "Somethings are certain - beberapa hal pasti"
"If i leave him now, i will regret it forever - Jika aku meninggalkannya sekarang,
aku akan menyesalinya selamanya..."
(menyentuh pipi ayahnya yang muram)
"It is the time - sudah waktunya..."
"From the ashes of fire shall be woken,
a light from the shadow shall spring,
renewed shall be blade that was broken
The crownless again shall be King...(yg ini jd kurang keren klo dibahasa Indonesia-in! :P)
Reforge the sword, Ada(father) - tempa kembali pedang itu, ayah!"
Elrond : "...."
Arwen : (Terduduk di daybed-nya, menjatuhkan buku jurnalnya ke lantai, angin menerpa dan
daun kering dilantai pun bergemeresakan)
Elrond : (menghampiri Arwen, memungut bukunya yang jatuh,mengambil satu tangan Arwen)
"Tanganmu dingin sekali..."
(kemudian meletakkan kedua tangan Arwen di tangannya)
"cahaya kehidupan Eldar(peri-elf) mulai meninggalkanmu.."
Arwen : "aku sudah memilih..."
Elrond : (menatap wajah anaknya dengan putus asa dan sedih)
Arwen : " Ada, Whether by you will or not, there is no ship now that can bear me hence -
Ayah, baik dengan keinginanmu atau tidak. sekarang tidak ada lagi kapal yang dapat membawaku.."
SEKIAN DULU....INILAH SALAH SATU ADEGAN DAN DIALOG FAVORIT SAYA DALAM LORD OF THE RINGS MOVIE :D
Senin, 14 Desember 2009
ngeliatin foto hewan peliharaan :D
disaat lagi bermuram durja malem-malem gini... ternyata iseng-iseng ngebuka-buka foto
eh...ada album foto kucingku tersayang...
jadi terhibur deh...bagiku dia cantik dan menggemaskan...

meski tiap kali aku memanjakan dan mengajaknya bermain, wajahnya cenderung serius...
dan seolah menyiratkan ekspresi:
"PLIS DEH JANGAN MAININ GUA MELULU DONG, MBAK...GW KAN UDAH DEWASA... ...DASAR MANUSIA ANEH... :| "
Haahahahhahahahahahaaaaa =D

duh! jadi kangen sama Ratu dan Kedua Putri nya yang selalu tidur di halaman belakang rumahku...
eh...ada album foto kucingku tersayang...
jadi terhibur deh...bagiku dia cantik dan menggemaskan...

The Queen'zoro mc intyre
meski tiap kali aku memanjakan dan mengajaknya bermain, wajahnya cenderung serius...
dan seolah menyiratkan ekspresi:
"PLIS DEH JANGAN MAININ GUA MELULU DONG, MBAK...GW KAN UDAH DEWASA... ...DASAR MANUSIA ANEH... :| "
Haahahahhahahahahahaaaaa =D

Victoria a.k.a Vikiii
(foto sodari viki, yaitu Miss Robina, gak bisa ditampilin...gapunya yg oke anglenya haha!)
(foto sodari viki, yaitu Miss Robina, gak bisa ditampilin...gapunya yg oke anglenya haha!)
duh! jadi kangen sama Ratu dan Kedua Putri nya yang selalu tidur di halaman belakang rumahku...
SADAR....ayo sadar!
selalu ada kejutan tiap malam!!!
aku ada yang memiliki...
kamu ada yang memiliki...
meski belum permanen adanya di mata Tuhan...
aku punya orang lain di hatiku
kamu juga punya orang lain di hatimu
aku melihat kamu di mataku
tapi aku tak tahu apa aku terlihat di matamu...
sekarang waktunya aku sadar
Tuhan bantu aku menyingkirkan setan putih ini
aku tidak ingin ada pihak yang terganggu
aku hanya ingin semuanya bisa bahagia
kadang baru saja aku bisa kembali tersenyum di pagi hari
lalu malam yang gelap menyuramkan hatiku
pasang surut gejolak yang menyebalkan
pergilah setan putih yang menggodaku
jadilah temanku yang menyenangkan
atau adikku yang membanggakan
enyah kau aura jahat berkedok indah
larilah ke pelukannya yang lembut
pulanglah ke rumah cintanya
dan tatap mata indahnya yang berbinar
dan aku pun akan mencoba untuk pulang
ke pelukannya yang hangat
mendengar kata-kata cinta lagi darinya
dan tertidur dalam kerinduannya padaku
bukan kamu, bukan kamu...
tapi memang tetap dia...
sadar...aku sadar! aku sudah sadar
tapi bagaimana bisa aku bergerak kalau kamu masih disitu?
bagaimana pula aku bisa pergi kalau aku masih ingin menatapmu?
dilema di kepala, dilema di hati
aku berusaha tidak mengambil resiko
demi kebaikan bersama...
hanya sepihak, aku hanya bertepuk sebelah tangan...
dan ini hanyalah sebuah kebodohan pribadi
jangan dengarkan aku, berjalan sajalah
aku hanya debu disekitarmu
dan aku pun punya tempat
begitupun dengamnu, ada tempat tersendiri
Bagaimanapun bodohnya aku
Seberapa parahpun kekonyolan aku ini
Aku punya Tuhan, karena hanya Dia
Yang Maha Menentukan dan Maha Mengetahui...
aku ada yang memiliki...
kamu ada yang memiliki...
meski belum permanen adanya di mata Tuhan...
aku punya orang lain di hatiku
kamu juga punya orang lain di hatimu
aku melihat kamu di mataku
tapi aku tak tahu apa aku terlihat di matamu...
sekarang waktunya aku sadar
Tuhan bantu aku menyingkirkan setan putih ini
aku tidak ingin ada pihak yang terganggu
aku hanya ingin semuanya bisa bahagia
kadang baru saja aku bisa kembali tersenyum di pagi hari
lalu malam yang gelap menyuramkan hatiku
pasang surut gejolak yang menyebalkan
pergilah setan putih yang menggodaku
jadilah temanku yang menyenangkan
atau adikku yang membanggakan
enyah kau aura jahat berkedok indah
larilah ke pelukannya yang lembut
pulanglah ke rumah cintanya
dan tatap mata indahnya yang berbinar
dan aku pun akan mencoba untuk pulang
ke pelukannya yang hangat
mendengar kata-kata cinta lagi darinya
dan tertidur dalam kerinduannya padaku
bukan kamu, bukan kamu...
tapi memang tetap dia...
sadar...aku sadar! aku sudah sadar
tapi bagaimana bisa aku bergerak kalau kamu masih disitu?
bagaimana pula aku bisa pergi kalau aku masih ingin menatapmu?
dilema di kepala, dilema di hati
aku berusaha tidak mengambil resiko
demi kebaikan bersama...
hanya sepihak, aku hanya bertepuk sebelah tangan...
dan ini hanyalah sebuah kebodohan pribadi
jangan dengarkan aku, berjalan sajalah
aku hanya debu disekitarmu
dan aku pun punya tempat
begitupun dengamnu, ada tempat tersendiri
Bagaimanapun bodohnya aku
Seberapa parahpun kekonyolan aku ini
Aku punya Tuhan, karena hanya Dia
Yang Maha Menentukan dan Maha Mengetahui...
Langgan:
Entri (Atom)
